Kriteria Suami Idaman




Andai saja aku boleh memilih, maka aku akan memilih seorang calon suami yang :

1. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah adalah senjatanya. Meneladani sunnah Rasul adalah tamengnya.

2. Taat dan patuh kepada kedua orang tuanya.

3. Hormat kepada gurunya.

4. Menganggap setiap wanita sebagai saudari muslimah yang harus dihormati.

5. Tidak gampang untuk menggoda ataupun untuk merayu wanita yang dilihatnya.

6. Dapat mengendalikan nafsu dan tidak mudah tergoda ketika melihat wanita cantik sekalipun.

7. Menundukkan pandangan kepada wanita yang bukan muhrimnya.

8. Pandai memilih teman yang baik dalam pergaulan sehari-hari. 

9. Sopan dalam bertutur kata serta menjauhkan dari perkataan-perkataan yang dapat menyakitkan orang lain.

10. Berbudi pekerti mulia seperti yang dicontohkan Rasul.

11. Saling menyayangi sesama muslim.

12. Menghormati yang lebih tua serta menghargai yang lebih muda darinya.

13. Selalu meluangkan waktu untuk belajar ilmu Agama.

14. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dibanding sekedar nongkrong di tempat-tempat yang mendekatkan pada kemaksiatan.

Ya...!!
Jika saja aku bisa mendapatkan seorang Akhy yang demikian,
Aku yakin dia mampu membawaku pada jalan kebaikan di dunia dan akhirat.
Aku yakin dia dapat membimbingku menjadi seorang seorang Isteri Shalehah.

Kan kujemput semua itu dengan kesungguhan berusaha untuk memulai dari diri sendiri dan tak lelah untuk meminta melalui doa kepada-Nya.

Jodoh Sholehah


Jodoh Sholehah
Sebagian lelaki berkata, betapa sulitnya menemukan Wanita Sholehah di zaman sekarang. Dan sebagian wanita juga berkata, betapa susahnya mencari Lelaki Sholeh saat ini.

Mungkin pernyataan diatas ada benarnya juga walaupun tidak mutlak. Akan tetapi yang lebih penting, alangkah baiknya kalau pernyataan tersebut kita tujukan untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum diucapkan kepada orang lain.

"Sudah menjadi Lelaki Sholehkah diriku? Sudah menjadi Wanita Sholehahkah diriku?"

Kadang kita terlalu sibuk untuk menilai orang lain sehingga kita lupa menilai diri sendiri. Kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang menurut kita Sholeh atau Sholehah. Kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang baik. Sementara kita sendiri lupa untuk berusaha MENJADI sosok yang Sholeh atau Sholehah. 

Muncul satu pertanyaan, sudah pantaskah kita berharap untuk bisa mendapatkan sosok yang Sholeh atau Sholehah? Jawabannya berpulang pada diri kita masing-masing. Jangan bermimpi mendapatkan Wanita Sholehah kalau masih belum mampu menjadi Lelaki Sholeh. Jangan bermimpi mendapatkan Lelaki Sholeh kalau belum mampu menjadi Wanita Sholehah.

Sebuah solusi yang tepat..

Tak perlu bersusah payah untuk MENCARI yang Sholeh atau Sholehah. Tapi MENJADI-LAH Sholeh atau Sholehah terlebih dahulu. Karena apa?

Karena Allah telah menyiapkan pasangan yang sesuai dengan jati diri kita. Yang sesuai dengan kepribadian kita. Yang sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan kita. Ingat, lelaki baik untuk wanita yang baik. begitu juga sebaliknya. Itulah ketetapan-Nya!

Tunggu apa lagi?
Marilah memulai dari diri sendiri dulu untuk menjadi baik. Tak perlu menunggu orang lain menjadi baik. Dan tak perlu terlalu sibuk untuk menilai orang lain yang pada akhirnya kita lupa untuk menilai diri sendiri.